Mon 6 Aug 2007
Kemaren baru balik dari Indonesia, Purbalingga tepatnya. Kurang lebih delapan hari kuhabiskan waktu di sana. Adalah karena lahirnya Farzana Shasmeen Azkanaila - lah alasan aku pulang. Yups, aku sekarang menjadi seorang ayah dari seorang puteri.
Naila lahir pada tanggal 23 Juli 2007 lalu ketika aku masih di Singapura. Ternyata Naila lahir dua minggu lebih awal dari prakiraan semula yang 6 Agustus. Meski agak kecewa nggak bisa menemani isteri melahirkan, aku sangat bersyukur karena ibunda Naila dan Naila kondisinya sehat. Aku baru bisa melihat dan menggendong Naila pada saat Naila sudah berumur 4 hari. Sebelumnya hanya melihat gambar Naila yang dikirim lewat mms. Naila lahir dengan bobot yang cukup kecil, 2550 gram dengan panjang 46 cm dan sempat dimasukkan ke inkubator selama 8 jam. Ketika Naila pulang dari RSIA, bobotnya sudah mencapai 2700 gram. Dan ketika ditimbang saat berumur 12 hari, bobotnya sudah naik menjadi sekitar 2900 gram.

Pada awalnya, kami memberi nama Farzana Shasmeen Naila. Nama ini sempat kami kabarkan ke teman-teman lewat milis maupun sms. Ini adalah nama yang pertama kuajukan ke isteri dan sebenarnnya langsung di-setujui. Ada beberapa nama lagi yang kuusulkan, namun isteriku lebih suka yang pertama. Pada hari - hari menjelang Naila lahir, isteriku berkata sebenarnya menginginkan nama dengan panggilan Azka. Setelah kuotak-atik akhirnya keluar usulan nama terakhir menjadi Farzana Shasmeen Azkanaila. Azka sendiri bermakna suci sedangkan Naila bermakna orang yang berhasil, Naila juga nama isteri Khalifah Utsman bin Affan. Sengaja kugabungkan agar lebih unik, walaupun biasanya Naila kebanyakan dijadikan sebagai forename. Farzana sendiri merupakan bentuk feminin dari Farzan, bahasa Persia yang berarti cerdas / bijak. Shasmeen berarti sangat cantik, dapat dipercaya, berhati emas. Nama ini tetap tersimpan dan akhirnya diumumkan ’secara resmi’ pada saat aqiqah Naila. Semoga Naila dapat mewujudkan harapan dan doa yang tersisip melalui namanya.

Alhamdulillah, kehadiran Naila menjadi penambah kebahagiaan kami, sekaligus penyemangat kerja, meskipun Naila dan iseriku terpisah jauh denganku. Doakan kami agar kami dapat mengemban amanah mendidik Naila menjadi anak yang sholihah dan bermanfaat bagi orang lain.
Popularity: 7% [?]
Technorati Tags: menjadi seorang ayah, memberi nama
Kukuh Prasetyo, Indonesian, aseli dan besar di Purbalingga Jawa Tengah, sempat tinggal di Jogja selama kurang lebih 5 tahun, sekarang di Singapura.




