May 2007


Baru sadar jika domain blogcoffee.net ini akan habis (expired) dalam 15 hari mendatang. Ada sekitar lima domain yang lain yang juga mau habis, paling nggak di bulan Mei dan Juni. Karena lumayan banyak dan domain - domain tersebut relatif nganggur (yang awalnya didapatkan waktu promosi), maka dengan senang hati tidak diperpanjang, menghemat pengeluaran sampai US$44.4 setiap tahunnya :). Sebagai gantinya blogcoffee.net ini saya perpanjang sampai lima tahun, sekaligus untuk menghemat 10% :).

Awalnya blogcoffee.net juga merupakan domain versi murah (promosi), hanya $1.99 untuk tahun pertama, gara - gara membeli paket reseller dari GoDaddy yang saya kembalikan lagi dalam waktu 30 hari garansi :). Frase blogcoffee untuk tld (top level domain) .net diturunkan dari tag blog kukuh.com kala itu : A Cup of Blogcoffee. Branding kukuh.com dibatalkan dengan suka rela dan digantikan dengan blogcoffee :). Awalnya ingin mendapatkan yang ber-tld .com, namun berhubung sudah ada yang medaftarkannya akhirnya dipilihlah blogcoffee.net.

Dengan perpanjangan domain sampai lima tahun kedepan, saya bisa fokus di penekanan isi blogcoffee.net tanpa harus terusik dengan email pengingat perpanjangan domain. Dengar- dengar juga, Google dan mesin pencari yang lain mungkin memberikan “hukuman” untuk domain yang segera akan berakhir. Alasannya, banyak website spam yang mendaftarkan websitenya untuk waktu yang sangat pendek.

Popularity: 6% [?]

Baru kurang lebih satu bulan ini secara tidak sengaja menemukan padan istilah untuk embedded system. Padan istilah yang sering saya temukan adalah sistem terbenam. Sebagian besar saya temukan dari website yang berbahasa Melayu (Malaysia). Di Indonesia sendiri mungkin lebih familiar dengan istilah embedded, dibandingkan dengan terbenam. Wikipedia Indonesia menerjemahkan menjadi sistem benam, yang juga digunakan pada beberapa website berbahasa Indonesia. Terjemahan istilah yang lain misalnya adalah sistem tertanam dan beberapa kata semisal. Kata embed sendiri ketika diterjemahkan menggunakan layanan kamus.net maupun kamus.ugm.ac.id tidak memberikan kata benam dalam hasil terjemahannya, melainkan tanam. Dari daftar pengindonesiaan istilah komputer saya juga tidak berhasil menemukan kata embedded. Saya sendiri tidak tahu apakah di Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah mencantumkan padan istilah untuk embedded system. Saya pribadi cenderung memilih istilah sistem terbenam atau sistem tertanam dibandingkan dengan sistem benam.

Sistem terbenam pada prinsipnya mengacu pada penggunaan mikrokontroler maupun mikroprosesor (biasanya mikrokontroler) sebagai otak pengatur suatu sistem yang khusus (melalui perangkat lunak). Banyak dijumpai pada perangkat - perangkat elektronika, seperti telepon genggam (handphone), perangkat audio video digital (seperti televisi, pemutar CD/DVD, mini hi-fi dll), alat-alat rumah tangga (mesin cuci, jam,remote controller), aplikasi di automobile, robot, wireless router dll. Jika kita bedah alat-alat tersebut maka didalamnya ada sekeping atau beberapa komponen yang bertugas mengatur untuk tujuan tertentu. Dan tentu bagi yang hobi elektronika terutama yang berbasis mikrokontroler sangat paham akan topik ini.

Jika Anda mempunyai padan istilah bahasa Indonesia yang lain untuk embedded system ini (terutama untuk ahli bahasa Indonesia ataupun praktisi sistem terbenam), silahkan untuk meninggalkan komentar :)

Popularity: 5% [?]

Maksud judul diatas adalah “Tips Mencari Link Partner Exchange” :). Ada banyak cara untuk meningkatkan trafik ke suatu website. Nah,tulisan ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan trafik ke blog ini dengan menambah posting baru, he he he. Salah satu parameter agar website tampil diawal halaman temuan mesin cari adalah dengan jumlah link yang masuk ke website kita. Namun sering kali sulit untuk mendapatkan link, terutama untuk website yang baru. Oleh karena itulah, ada istilah pertukaran link, terutama untuk “mengenalkan” website baru (baik mengenalkan langsung ke pengunjung website rekanan ataupun mengenalkan ke mesin cari) atau untuk memperbaiki peringkat hasil pencarian melalui mesin pencari. Ada beberapa cara untuk menemukan rekanan bertukar link ini.

  1. Ini adalah wujud kekuatan open source atau hal - hal yang gratis. Cari website yang menyediakan direktori yang berpotensial untuk pertukaran link. Website - website ini seringkali menggunakan script program yang tersedia gratis di internet. Salah satu diantaranya adalah (yang gratis terbatas) Skalinks. Anda dapat mencari menggunakan Google dengan keyword “Powered by SkaLinks - Link Exchange Script”. Ini biasanya ada di bagian bawah (footer) di website yang menggunakan Skalinks. Saat tulisan ini dibuah, hasil pencarian menghasilkan 226 ribu halaman mengandung kalimat tersebut. Besar kemungkinan bahwa halaman tersebut bersedia untuk bertukar link.
    Tak hanya dengan Skalinks, Anda juga dapat mencari website yang menggunakan keyword lain yang lazim digunakan oleh script tersebut, misalnya : Powered by Link manager LinkMan”,”Add link”,”Submit link”, “link exchange directory”, “reciprocal link”, “swap link” atau sejenisnya.
  2. Persempit pencarian dengan menggunakan tambahan keyword atau kata kunci tertentu. Misalnya website Anda bertema “gadget”. Dengan tambahan keyword ini akan menghasilkan temuan hanya website yang bertema “gadget” atau paling tidak mengandung kata tersebut :). Jangan hanya asal menambahkan link ke suatu website yang mungkin nggak berhubungan dengan website kita, salah - salah Google mengartikan lain karena terlalu banyak link yang nggak berhubungan.
  3. Jangan lupa cek kualitas website yang ingin dipertukar linknya, misalnya dari segi pagerank maupun keunikan isi serta kesesuaian dengan isi website Anda. Tambahkan link website tersebut jika Anda telah yakin dan isikan link Anda di link exchange directory mereka. Menurut saya Anda nggak perlu terlalu berkonsentrasi untuk bertukar link ke pagerank yang lebih tinggi, soalnya ntar jika mereka berpikir yang sama, mereka nggak akan mau nge-link ke website Anda :).
  4. Jika memungkinkan, install juga link exchange script untuk website Anda. Anda tinggal menunggu pengunjung mengetikkan link mereka di link exchange directory Anda, jika ada. Kemudian Anda dapat memantau apakah mereka sudah memasang link Anda di website mereka, cukup dari website Anda.
  5. Jika website tersebut nggak menyediakan form untuk bertukar link, Anda mungkin dapat mengajak pengelola website yang bersangkutan untuk bertukar link lewat email, surat, pos wesel (tekankan hal ini di bagian berita-nya), telepon, ketemu langsung atau komunikasi dengan cara apapun agar dapat bertukar link.
  6. Selain dengan cara gratis, Anda juga bisa membeli link, yang mungkin harganya akan ditentukan dari jumlah link, Pagerank dan juga IP Address. Ini biasanya one way link, jadi Anda nggak perlu menaut balik.

Semakin banyak link yang masuk (dari website yang berhubungan) akan semakin baik. Namun alangkah baiknya jika pertumbuhan jumlah link dalam jumlah yang wajar sehingga tidak memacu “kecurigaan” mesin pencari. Selamat berburu link !

Popularity: 4% [?]

Analog Interfacing CoverCukup beruntung akhirnya menemukan ebook yang lumayan bagus untuk embedded system. Judulnya adalah Analog Interfacing to Embedded Microprocessor Systems hasil karya Stuart R. Ball. Buku ini adalah salah satu seri dari Embedded Technology (TM) series yang diterbitkan oleh Elsevier. Interfacing merupakan salah satu bagian penting dalam perancangan sistem yang berbasis mikroprosesor dan mikrokontroller. Ibarat penerjemah, interfacing intinya membuat suatu keadaan “dunia luar” dapat dipahami oleh mikroprosesor/mikrokontroller dan sebaliknya, apa yang diolah oleh mikroprosesor/mikrokontroler dapat diwujudkan secara nyata di “dunia luar”.

Dan buku ini membahas tentang interfacing dari dunia analog ke ranah digital, dalam hal ini adalah otak dari suatu sistem digital, bisa berwujud mikroprosesor maupun mikrokontroller. Jumlah halamannya efektifnya sekitar 322. Diawali dengan bab pertama yang berisi dasar - dasar dari perancangan sistem, dari pemilihan jangkauan dinamis, presisi tegangan, sampai ke hal agar sistem bisa dikalibrasi. Juga ditekankan pada masalah persyaratan processing-nya, OS, compiler sampai ke biaya, berapa bit untuk pengoperasiannya sampai ke EMC.

Bab kedua membahas masalah ADC, dan disajikan setengah halaman check list yang perlu diperhatikan dalam hal pemilihan teknik ADC. Bab - bab berikutnya membahas tentang sensor, pengukuran berbasis waktu, metode untuk mengontrol output hingga ke masalah solenoid dan motor. Empat bab terakhir membahas tentang interferensi elektromagnetik, aplikasi berpresisi tinggi, pembahasan beberapa standar interface hingga ke analog toolbox.

Untuk jelasnya silahkan periksa isi buku tersebut langsung menggunakan AmazonOnlineReader :)

Meski belum membaca seluruhnya (sepertinya tidak perlu dibaca seluruhnya :) ), buku ini mudah dipahami terutama untuk refreshing (yang sekian lama sudah jauh dari bangku kuliah he he he ).

Versi cetak buku ini juga tersedia di Amazon, tapi harganya lumayan mahal, sekitar USD54. Pas waktu cari di Popular - Harris Orchad (kebetulan ada moving out sale buku sampai 70%) ternyata nggak ada :( . Dari program obralan, buku dari penerbit yang sama (Elsevier) aku mendapatkan buku Automobile Electrical and Electronic Systems cuman seharga SGD6 dari harga asli (yang ku-cek dari google) sekitar SGD65. Lumayaan.

Popularity: 9% [?]

Next Page »