3 September 2006

Kebiasaan Membaca Manual Sebelum Mencoba Suatu Produk

Inilah hikmah capek beres-beres. Saya "menemukan" buku manual yang nggak sengaja kubuka. Intinya, buku manual tentang seting mengkonfigurasi set top box buat TV kabel itu sebenarnya nggak hilang, cuman ditaruh saja, tak pernah dibaca. Cuman karena iseng membuka, jadi tahu kalo TV yang saya pake sekarang bisa buat koneksi kabel TVnya starhub.

Maklum, kami baru pindah kontrakan lebih kurang sebulan lalu. Konfigurasi koneksi kabel TV di rumah lama gampang banget, tanpa membuka manualpun bisa diset dengan mudah. Di rumah kontrakan yang baru yang lebih kecil, TV kami masih model lama. Memang warna sih, cuman 14 inchi, nggak ada remote controller. Hari - hari pertama beres2 baru sadar kalo tv itu nggak ada kabel video kompositnya. Wah, langsung saya nge-judge kalo untuk sementara nggak bisa nikmatin kabel tv yang udah disewa itu sampai nunggu lcd tv gratis datang :)

Saat membuka buku manual itulah saya baru ngeh kalo sebenarnya tv tanpa koneksi video kompositpun bisa dipake buat liat kabel tv. Output set top box bisa disambungkan dengan RF TV in dengan cara tune ke frekuensi UHF tertentu.

Beberapa menit, sambil ngikutin petunjuk di buku manualnya, akhirnya bisa juga siaran tv kabel tersambung.. Akhirnya ada hiburan tambahan buat sang isteri yang baru kuboyong dua minggu lalu dari jogja selain beberapa stasiun tv gratis, termasuk SCTV yang masih rintik - rintik :).

Ah, andai aku baca buku manual dari dulu, tentu uang langganan sebulan nggak akan terbuang percuma dan banyak informasi pengetahuan yang bisa kudapatkan.

Buku manual, atau kadang disebut juga O/I (Operating Istructions) kadang hanya dijadikan alternatif terakhir bagi end-user jika menemui kesulitan untuk mengoperasikan suatu produk. Padahal, biasanya di halaman muka buku ini selalu tercantum anjuran untuk membaca seluruh isi buku sebelum mengoperasikan produk tersebut. User seringkali mengabaikan anjuran tersebut. Jangankan membaca keseluruhan, menyentuhnyapun nggak. contohnya seperti saya :). Ke-soktahu-an userpun sebenarnya bisa dipahami, karena pada dasarnya user menginginkan produk yang mereka pake mudah digunakan (user friendly) tanpa harus membuka buku manual. Oleh karena itulah mengapa rancangan suatu produk haruslah mempunyai antarmuka yang mudah dipahami user .
Biasanya buku manual selain berisi petunjuk penggunaan juga berisi spesifikasi teknis, trouble-shooting guide, keterbatasan produk dan hal - hal lain yang berkaitan, yang mungkin tidak mungkin disertakan di aktual produk tersebut (padahal manual juga merupakan bagian dari produk :)). Boleh dikatakan buku manual adalah public-relation person pertama sebuah manufaktur. Namun kadang user manualpun tidak akan menjelaskan secara detail suatu produk, namun seringkali sengaja memberikan kesempatan user untuk mengeksplorasi sendiri lebih detail.

Bagaimana dengan Anda ? Seberapa penting buku manual bagi Anda ?

Popularity: 5% [?]

Technorati Tags: , ,

Filed under Audio Video, Personal, Social by

Spread the Word!

Permalink Print Comment

Leave a Comment

Register Login