29 August 2006
Bangga sebagai Anak Bangsa Indonesia
Mumpung masih Agustusan, agaknya topik cinta tanah air masih agak relevan :).
Salah satu polling dan jajak pendapat yang diangkat koran Kompas adalah tentang rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.
Tapi nggak tau kenapa pengin juga nulis topik ini. Mungkin dua cerita hari ini sedikit memicuku untuk menulis tentang rasa bangga sebagai anak bangsa. Cerita pertama, pagi - pagi dikantor, seperti biasa ada acara ceramah pagi yang dilakukan bergantian. Kali ini adalah giliran seorang warga India. Kali ini dia bercerita tentang India, membawakan tema Incredible India yang sedang diusung sebagai tema pariwisata India oleh kementrian Pariwisata mereka, hampir mirip dengan Uniqely Singapore. Dia membicarakan tentang geografis India, pariwisata hingga orang - orang India yang relatif mendominasi pekerjaan seperti di microsoft (30% India), IBM, dan perusahaan teknologi informasi di dunia lainnya. Tak ketinggalan adalah, di kantor R&D saat ini kami bekerja, 11 orang diantaranya adalah India :).
Cerita kedua adalah ketika pulang ke rumah, turun dari bus menuju flat kecil kontrakanku bersama isteri. Di perjalanan aku melewati sisi sebuah lapangan bola dimana banyak anak muda yang sedang bermain bola diwaktu malam. Tampak seorang diantara mereka memegang gitar. Nggak lama setelah melewati sisi lapangan itu terdengar …
….
Maafkan aku menduakan cintamu
Berat rasa hatiku tinggalkan dirinya
Dan demi waktu yang bergulir di sampingmu
Maafkanlah diriku sepenuh hatimu
…..
Yah, anak muda itu melantunkan lagu "Demi Waktu" milik Ungu. Yah, banyak lagu-lagu Indo populer di Singapura sini, terutama di kalangan anak Melayu. Entah berapa sering aku mendengar remaja Melayu dengan handphone speaker ON atau MP3 player diputar keras - keras sampai terdengar bahwa mereka sedang menikmati lagu Indonesia. Bahkan banyak kelompok musik Indo, seperti Ada band yang sanggup berada di puncak tangga lagu di sebuah radio selama berminggu - minggu.
Trus hubungannya dengan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia ? Simpel saja, setitik contoh bahwa karya seni kita bisa dinikmati bangsa lain.
Hubungan dengan cerita pertama, orang Indonesia di kantor kami lebih banyak, mungkin 25-an, dan alhamdulillah, meski masih kalah jumlah dari sebagian negara lain, boleh dibilang orang Indonesia relatif cukup mendominasi terutama di bidang design dan engineering.
Terlepas dari keterpurukan bangsa kita saat ini, saya yakin akan selalu terselip sedikit kebanggaan sebagai suatu bangsa. Sedikit rasa yang bisa dipupuk terus dengan diiringi dengan perubahan - perubahan kecil ke arah yang lebih baik. Tegaslah berkata "I am Indonesian", sebuah kalimat yang akan membuat orang lebih terkesan dibanding ketika kita malu - malu mengatakan siapa kita.