27 February 2006
Asian Aerospace 2006
Dua puluh satu hingga dua puluh enam Februari 2006, Asian Aerospace, ajang pameran teknologi udara terbesar di Asia kembali digelar di Changi Exhibition Centre, Singapura. Ini merupakan ajang pameran yang terakhir diselenggarakan di Singapura sejan 1980-an. Ajang berikutnya akan diselenggarakan di Hongkong. Sabtu kemarin, saya menempatkan diri menengok pameran dirgantara ini. Dengan tiket seharga SGD19 kita dapat memasuki arena pameran dari jam 9.30 pagi hingga 5.30 sore. Harga tiket sebenarnya adalah SGD20, tapi berhubung tiket beli sekaligus untuk 20 orang, harga tiket didiskon 10 % plus Sistic booking fee SGD1. Perjalanan ke lokasi ternyata tidak sedekat yang saya bayangkan sebelumnya. Dari Pasir Ris bus interchange musti naik shuttle bus ke lokasi dibutuhkan waktu kurang lebih 25 menit.
Ketika mendekat ke lokasi, pemeriksaan keamanan diawali dengan pemeriksaan kendaraan yang masuk ke lokasi. Banyak sekali polisi yang dilibatkan dalam pengamanan ring luar. Turun di lokasi musti ngantri dengan ribuan orang lain yang ingin masuk. Pemeriksaan lebih detail dilakukan di entrance, persis seperti pemeriksaan ketika masuk ke bandara.
Saat masuk pertama kali, pesawat yang disuguhkan pertama di statik display adalah helikopter Apache. Di bagian pertama static display ini hanya ada beberapa pesawat. Kayaknya sebagian orang (umum) setuju, hal yang paling menarik di ajang pameran dirgantara adalah pertunjukan akrobatik pesawat di udara. Di hari Sabtu itu, acara seperti itu dijadwalkan pada jam 11.30 hingga 12.50 siang. Tepat jam 11.30 pertunjukan dimulai.
Satu pesawat F16C kalo gak salah mengawali demo flying display. Selama acara berlangsung kurang lebih tujuh pesawat yang ditampilkan. Dari F15C sampai Airbus 380 yang merupakan pesawat angkut komersial terbesar saat ini. Screenshoot ? He he. Tampaknya perasaan minder hinggap didiriku ketika melihat di sekelilingku banyak fotografer dengan kamera pro (kira - kira begitulah, soalnya saya tak tahu apakah mereka fotografer pro, atau fotografer dengan kamera pro :)). Dengan modal kamera SLR dan lensa yang panjang membuat sedikit minder untuk saya turut mengabadikan pesawat yang melintas hanya dengan point and shoot camera :). Tapi, cuek aja .. akhirnya beberapa gambar langit bisa kudapat he he he. Mungkin bisa diintip di flickku.
Secara pribadi, pertunjukan terbangnya nggak asyik, nggak keren. Demo satu persatu, nggak ada aerobatik yang berkelompok. Lebih kerenan Indonesian Airshow yang diselenggarakan sepuluh tahun yang lalu yang menampilkan tim TNI AU punya, Elang Biru (6 F16A) dan "Red Arrows"nya AU Inggris. Setelah flying display berakhir, bersama beberapa teman Indonesia dan Filipina kami beristirahat sampai akhirnya berkeliling melihat statik display, mengambil gambar dan ..pulaang.
Popularity: 4% [?]
Filed under Personal, Technology by kukuh

Leave a Comment