15 February 2006
Pertama
Ini merupakan posting pertama di tahun 1427H, juga posting pertama di tahun ketiga saya bekerja. Posting pertama juga setelah mudik pertama sejak menikah (semoga pertama dan terakhir
).
Yup, seminggu lebih yang lalu aku pulang ke Indonesia, Manado tepatnya. Aku nggak tahu apakah kemaren disebut pulang atau dolan he he. Pulang doong, pulang ketemu isteri tercintah :).
Udah seminggu ini hidup nggak terusus lagi he he he. Emang, menikah itu nggak enak, tapi enak banget. Rasa kangennya beda banget dengan kangen ketika belum menikah. Tapi ini bagian dari proses, mau nggak mau hidup herus terus dijalanin. Nggak ideal emang hidup berpisah ketika sudah ada yang mengikat, agama dan negara. Tapi, tetap aja lebih nikmat daripada belum nikah he he… (ups .. ini buat manas-manasin yang udah kebelet banget nikah)
Anyway, cuman sembilan hari bersama isteri, itupun masih ditinggal-tinggal kerja ke kantornya. Hal yang sama kulakukan waktu dia di Singapura dua minggu setelah nikah. Tapi, itulah seninya. Gimana ngerasain gantian jadi "ibu rumah tangga". Maklum, ketika liburan praktis nggak tahu harus ngapain saat ditinggal ngantor. Mencuci, nonton TV, atau menjerang air untuk kopi sendiri, mungkin jadi kegiatan yang bisa dilakukan daripada sekedar tidur seharian nunggu belahan jiwa datang.
Mau main internet, musti naik angkota 25 menit dulu sebelum menikmati lambatnya koneksi di rental internet di pusat kota Manado. Mau pake dial-up, eh telpon PSTNnya masih diblokir he he. Yah, nggak papa. Untung kadang masih ada sinyal GPRS sehingga masih bisa buka email meski masih berformat teks via WAP, lebih murah daripada harus buang waktu di angkota hanya untuk baca beberapa email.
Selain dimasakin isteri, kadang perut keroncongan datang saat jalan - jalan di kota Manado. Makan di warung makan menjadi salah satu alternatif. Repotnya, sangat terbatas pilihan, maklum musti hati - hati buat cari warung makan dengan masakan halal. Sangat beda di Singapura, kita bisa cari makanan halal lebih mudah, soalnya hampir di setiap hawker atau food court ada warung dengan muslim food (halal food) atau ke restoran dengan stempel halal dari MUIS. Liburan kemarin, cuman sedikit rumah makan yang didatangi, Family Food Court, Singapura (masakan Jawa), KFC (yang ada sertifikat MUI), Bakso Lapangan Tembak di Mega Mall, Pizza Hut, Masakan Padang Putra Minang ma sajian hotel Central Manado dimana tiga hari pertama kami habiskan disitu. Yang paling aneh adalah di Family Food Court, di menu yang disajikan tertulis 100% halal, tapi ternyata ada minuman Bir di salah satu menunya… walaah.
Maaf, nggak ada skrinsutnya disini. Pas waktu packing ternyata lupa bawa still camera, gara - gara terburu - buru packingnya. Kok buru - buru ? Yaa gimana nggak buru - buru, pulang dari kantor aja jam setengah lima pagi, padahal flight jam 10 esok hari ditambah belum packing. Musti bersih2 kamar dulu sebelum pergi lagi. Untung masih sempat tidur 1 jam setelahnya.
Apa oleh - oleh dari Manado ? Wah, ini nasibnya juga sama ketika berangkat ke Menado. Nggak secara khusus nyiapin oleh-oleh. Gak mungkin kaan bawa Tinu tuan (bubur khas Manado), apalagi bawa nasi kuning he he. Cuman ada pesanan khusus dari Advisorku yang Japanese buat dibawain Sambal Asli ABC 5 botol he he.
Yang jelas, sama seperti tahun lalu saat kembali dari Manado, aku bawa tiga buah buku. Satu buku serius, tebel siih, Sirah Nabawiyah dan dua buku saku ringan, The Best Chicken Soup : Persembahan Nabi dan Keluarganya, jilid 1 dan 2. Kesemua buku bertemakan Rasulullah saw. Sengaja sebagai penyejuk dahaga rohani selama ini. Juga ini gara - gara kartun Nabi yang tengah mencuat kala itu. Eh, iya .. di Manado pula pertama kali aku melihat karikatur pelecehan itu. Jengkelnya, karikatur itu juga dimuat ulang di sebuah harian lokal di Manado edisi 28 Januari 2006. Sampai sekarang nggak tahu nasib media massa itu setelah pemuatan, apakah diprotes, didemo, redakturnya dipecat dll, nggak tahu beritanya. Terus terang saya jengkel banget, soalnya media itu ikut - ikutan Jylland - Posten. Alhamdulillah, ketiga buku ini bisa menjadi alternatif bacaan setelah pulang kerja disamping baca online lewat internet.
Kemana aja selama di Manado ? Manado mungkin identik dengan Taman Laut Bunaken. Belum berkunjung ke Manado kalo belum kesana, begitulah kira - kira. Ya paling nggak begitu yang saya rasakan. Sebelumnya, udah dua kali saya ke Manado tapi belum satu kalipun pergi kesana. Makanya saya pengin banget kesana. Akhirnya kesampaian juga melihat Taman Laut Bunaken, meskipun sedikit kecewa. Sebenarnya Taman Laut Bunaken sangat bagus, apalagi jika dinikmati lewat diving atau at least snorkelling. Tapi karena emang saya ngga bisa .. ya gimana lagi. Terpaksa menikmati dari kaca yang dimasukkan ke dalam air dari sebuah perahu. Ini sayangnya, terbayang paginya bisa lihat dan masuk di akuarium lewat sebuah kapal besar tapi ternyata kapal yang dimaksud lagi masuk dok. Wadhuww, akhirnya cuman bisa nikmatin dengan cara sederhana.
Kapan lagi kesana ? He he .. ini yang ditunggu-tunggu. Bukan ke Manadonya sih, tapi ketemu isteri .. Rencananya April kalo ada liburan mau jemput isteri buat nemenin masnya di Singapura. Amiin .. Doain pren kami bisa kumpul secepatnya ….
Leave a Comment