5 March 2005

Gak Setuju Kenaikan BBM

Menanggapi kenaikan BBM yang dilakukan pemerintah beberapa hari lalu, saya tidak setuju. Mungkin ini adalah pendapat sebagian besar penduduk Indo, sebagian yang kecil lainnya dengan alasan mereka yang "intelektual" menyetujui. Ga pa pa kan berpendapat ?
Alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena APBN terlalu berat menanggung subsidi BBM yang mencapai 6 triliun per bulan dan 90% dinikmati oleh mereka yang kaya. Benarkah ?
Alasan Pak Kwik di republika bisa jadi salah satu masukan saya untuk semakin tidak mendukung kenaikan BBM ini.

Secara moral jelas bahwa kenaikan BBM memberatkan masyarakat, meski rencana pemerintah akan memberikan kompensasi ke sektor yang lain.

Ada yang ngomong kalo harga bensin sekarang masih lebih murah daripada aqua. Jadi katanya wajar laah kalo bensin dinaikin, karena prosesnya lebih rumit dan panjang serta mahal. Emang bener bensin lebih murah dari aqua ? Aku sih mau aja beli bensin seharga aqua :). Kayaknya tetep ga da yang mau nukar segalon bensin dengan segalon aqua yach :).

Ada yang berpendapat bensin kebanyakan dipake buat orang - orang mampu, yang punya mobil mewah berseliweran dijalan2 kota. Trus dengan bensin murah, orang lebih suka pake mobil pribadi daripada angkutan massalnya. Kenapa ngga dinaikin pajak mobilnya aja sebagai kompensasi mereka pake bensin dengan harga murah ? Orang beli mobil bukan cuman karena harga bensin murah, tetapi karena mereka dapat menjangkaunya. Jika mereka ngga bisa menjangkau tentu mereka pake transportasi umum dong.

Ada yang berpendapat bensin bikin polusi. Semakin banyak kendaraan, semakin besar kemungkinan macet semakin boros energi., semakin polusi. Iya sih jelas bener. Tapi kemacetan lebih disebabkan terjadi karena perilaku pemakai jalan, infrastruktur, penegakan hukum, aturan dll, jadi bukan cuman bensin murah. Soal polusi.. rokok juga bikin polusi tuh .. kenapa ga naikin pajak cukai rokok sampai 5 kali ajah, misalnya. Sekalian nambah APBN, denger2 rokok juga merupakan pemasukan negara yang gede. Kalo dinaikin cukainya kan tambah gede pemasukan negara. Kalo jadi ngga banyak yang ngrokok kan lebih bagus, lebih banyak yang sehat dan produktif, biaya untuk bidang kesehatan dapat lebih ditekan. he he :)

Ada yang bilang karena subsidi Indonesia menjadi negara terakhir yang keluar dari jaeratan krisis moneter. Emang bener gitu ? Saya pikir sih salah satunya karena ketidakefisienan aja. Coba deh kalo kebocoran negara ditekan sampai sedikit mungkin.

Ada yang bilang bikin ga kompetitif. Iya .. BBM mahal bikin ga kompetitif tuh, faktanya aja makin banyak nelayan yang ga pergi kelaut tuh. Mobilitas menjadi berkurang karena cost untuk transportasi tinggi, peredaran uang menjadi melambat, geliat usaha ekonomi pun jadi mengeret.

Kan buat kompensasi sektor lain ? Apakah imbas kenaikan harga juga sudah dikompensasi pemerintah ? Berapa extra cost yang harus ditanggung seluruh rakyat indonesia akibat kenaikan harga BBM ini. Bukan hanya direct cost, tapi juga kenaikan biaya yang merambat dari salah satu atau lebih komponen dari suatu barang/jasa. Apakah kompensasi yang diterima masyarakat dapat dijamin bisa sama dengan pengeluaran tambahan ketika BBM dinaikkan.

Diselundupin sih keluar negeri kayak Singapura dan timor Leste… karena harganya lebih mahal. Nah ini kan kerjanya kepabeanan, ngapain nyusahin orang seluruh negeri.

Tapi sekarang udah naik. Semoga pemerintah mau merevisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil ini. Aku hanya bisa berdoa semoga kenaikan BBM tidak semakin menyengsarakan rakyat kecil. Amin

Filed under Social by

Spread the Word!

Permalink Print Comment

Leave a Comment

Register Login